Berita Trending, Terbaru,Terkini dan Terpercaya
MasukIndeks

Pelajar Tenggelam di Sungai Sangkub Ditemukan Meninggal, Basarnas Evakuasi Korban 800 Meter dari Lokasi Awal

Pelajar tenggelam sungai Sangkub Bolaang Mongondow Utara
Pelajar tenggelan sungai Sangkub Bolaang Mongondow Utara
Advertisements

Trendingpublik.Com, Bolmut – Peristiwa Pelajar Tenggelam di Sungai Sangkub menggemparkan warga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Nazar Muhammad Nur (15), pelajar asal Desa Tombolango, Kecamatan Sangkub, meninggal dunia setelah arus sungai menyeret dirinya saat mandi bersama teman-temannya di Bendungan Sangkub, Jumat (22/5/2026).

Tim SAR menemukan Nazar sekitar pukul 09.30 WITA di aliran Sungai Sangkub. Tim gabungan melihat tubuh korban tersangkut di ranting pohon sekitar 600 meter dari titik awal korban hilang.

Keluarga dan warga langsung menangis ketika petugas SAR membawa jenazah korban keluar dari sungai.

Kronologi Pelajar Tenggelam di Bendungan Sangkub

Kejadian bermula pada Kamis sore (21/5/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Nazar mandi bersama sejumlah rekannya di area Bendungan Sangkub yang berada di Desa Pangkusa.

Warga sekitar memang sering memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat bermain air. Namun arus sungai mendadak menyeret tubuh Nazar hingga hilang dari permukaan air.

Teman-teman korban berusaha menolong Nazar. Akan tetapi derasnya arus membuat mereka tidak mampu menyelamatkan korban.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung mendatangi lokasi dan membantu pencarian awal sebelum tim SAR tiba.

Tim SAR Sisir Aliran Sungai Sangkub

Basarnas Pos Kotamobagu bersama personel TNI, Polri, pemerintah desa dan masyarakat langsung melakukan pencarian pada hari kedua.

Danpos Basarnas Kotamobagu, Dwi Oktavianus, memimpin langsung operasi pencarian di sepanjang aliran Sungai Sangkub. Tim menggunakan perahu karet dan menyisir sejumlah titik sungai secara manual.

Arus deras, bebatuan dan tumpukan ranting pohon menyulitkan proses pencarian korban.

“Korban berhasil ditemukan setelah tim melakukan penyisiran di beberapa titik aliran sungai. Selanjutnya jenazah langsung dibawa ke rumah duka,” ujar salah satu petugas SAR di lokasi pencarian.

Setelah proses evakuasi selesai, petugas Basarnas membawa jenazah Nazar menuju rumah duka di Desa Tombolango.

Keluarga Korban Tolak Otopsi

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Kakak korban, Ardiansyah M. Nur, mengatakan keluarga menolak proses otopsi terhadap jenazah Nazar.

Pihak keluarga memastikan Nazar meninggal akibat tenggelam dan tidak menemukan tanda mencurigakan lainnya pada tubuh korban.

Tangis keluarga kembali pecah saat jenazah tiba di rumah duka. Warga mengenal Nazar sebagai remaja aktif dan mudah bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.

Kapolsek Sangkub mengatakan pihak kepolisian langsung membantu pencarian setelah menerima laporan warga terkait korban hilang terseret arus sungai.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian berlangsung jelas.

“Kami bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan cepat sejak laporan diterima. Seluruh unsur turun membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujar pihak kepolisian.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat mandi maupun beraktivitas di sungai dan bendungan, terutama ketika arus sungai sedang deras akibat cuaca yang tidak menentu.

Sejak malam kejadian, warga secara sukarela ikut menyisir sepanjang aliran sungai untuk membantu pencarian korban. Solidaritas masyarakat terlihat hingga proses pemakaman berlangsung.

Banyak warga datang ke rumah duka untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat mandi di sungai tanpa pengawasan, terutama di lokasi dengan arus deras seperti Bendungan Sangkub.

(rm/tp)