Trendingpublik.Com, Internasional – Iran memasuki babak baru politik nasional setelah Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi baru negara tersebut.
Penunjukan itu terjadi setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru
Media pemerintah Iran menyebut Majelis Ahli langsung menggelar rapat darurat setelah serangan tersebut. Lembaga beranggotakan 88 ulama itu kemudian memilih Mojtaba Khamenei melalui suara mayoritas.
Majelis Ahli juga meminta masyarakat Iran menjaga persatuan nasional di tengah situasi perang dan ketegangan politik yang terus meningkat.
Penunjukan Mojtaba langsung menarik perhatian dunia internasional. Banyak pengamat menilai perubahan kepemimpinan Iran dapat memengaruhi arah konflik Timur Tengah dan hubungan negara itu dengan Barat.
Dekat dengan Garda Revolusi Iran
Mojtaba Khamenei selama ini dikenal sebagai figur berpengaruh di lingkaran elite Iran. Meski jarang tampil di depan publik, ia memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Sejak muda, Mojtaba aktif membangun jaringan dengan kalangan militer dan aparat keamanan Iran. Ia bahkan pernah bergabung dalam operasi militer saat Perang Iran-Irak pada 1980-an.
Banyak analis menilai kedekatan tersebut memperkuat pengaruh Mojtaba di pusat kekuasaan Iran. Karena itu, sejumlah pihak memperkirakan Iran akan mempertahankan kebijakan luar negeri yang keras terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Di sisi lain, nama Mojtaba Khamenei juga kerap muncul dalam berbagai kontroversi politik di Iran. Kelompok oposisi menuduhnya terlibat dalam penindasan demonstrasi saat Gerakan Hijau 2009.
Kelompok reformis menilai Mojtaba menggunakan pasukan Basij untuk membubarkan aksi protes masyarakat. Namun, hingga kini Mojtaba belum pernah memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.
Selain isu politik, sejumlah media Barat juga mengaitkan Mojtaba dengan jaringan ekonomi bernilai miliaran dolar. Meski begitu, laporan tersebut belum pernah mendapat konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Terpilihnya Mojtaba Khamenei kini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa kelompok garis keras masih menguasai politik Iran. Banyak analis memperkirakan pemerintah Iran belum akan membuka jalur diplomasi dengan Barat dalam waktu dekat. (rdks-tp)












