Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman NASA Siap Meluncur

NASA, teleskop luar angkasa, Nancy Grace Roman, eksplorasi kosmos
Teleskop Nancy Grace Roman NASA di luar angkasa
Advertisements

Trendingpublik.Com, Tekno – Wahana antariksa terbaru milik NASA, yaitu Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman, akan meluncur paling cepat pada awal September tahun ini. Misi ini menjadi langkah penting dalam eksplorasi kosmos, terutama untuk mengungkap misteri energi gelap dan mencari planet di luar tata surya.

NASA menargetkan peluncuran awal tersebut, meski jadwalnya masih dapat berubah. Badan antariksa itu menetapkan batas akhir peluncuran pada Mei 2027. Roket SpaceX Falcon Heavy akan membawa teleskop ini ke luar angkasa. Falcon Heavy dikenal sebagai salah satu roket paling kuat saat ini.

Teknologi Lebih Canggih dari Hubble

Teleskop Nancy Grace Roman menjadi pengembangan besar dari Teleskop Luar Angkasa Hubble. Para ilmuwan merancang teleskop ini dengan ukuran cermin yang hampir sama dengan Hubble. Namun, Roman mampu menangkap bidang pandang hingga 100 kali lebih luas.

Kemampuan ini memungkinkan astronom mengamati area langit lebih besar dalam waktu singkat. Dengan begitu, survei kosmik dapat berjalan lebih efisien dan cepat.

NASA memperkenalkan proyek ini pada 2016 dengan nama Wide Field Infrared Survey Telescope (WFIRST). Kemudian, NASA mengganti namanya untuk menghormati Nancy Grace Roman, astronom pertama NASA yang berjasa besar dalam pengembangan teleskop luar angkasa.

Dalam misinya, Roman tidak bekerja sendiri. Teleskop ini akan berkolaborasi dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb dan Observatorium Sinar-X Chandra.

Kolaborasi ini akan mempercepat penemuan objek langit langka. Roman akan memindai area luas, lalu teleskop lain akan melakukan pengamatan lebih detail.

“Bidang pandang Roman yang jauh lebih besar akan membuka peluang menemukan objek dan fenomena kosmik baru,” kata Julie McEnery, ilmuwan proyek senior Roman.

Ia menegaskan bahwa misi ini berpotensi menemukan jenis objek yang belum pernah terdeteksi sebelumnya.

Setelah peluncuran, tim misi akan menempatkan teleskop di titik Lagrange (L2), sekitar 1 juta mil dari Bumi. Lokasi ini stabil dan minim gangguan gravitasi.

Kondisi tersebut membuat Roman dapat melakukan pengamatan secara optimal. Selain itu, posisi ini juga memungkinkan teleskop bekerja dalam jangka panjang.

Roman membawa dua instrumen utama. Pertama, kamera beresolusi 300,8 megapiksel. Kamera ini mampu menangkap cahaya dari spektrum tampak hingga inframerah dekat.

Kedua, teleskop ini dilengkapi koronograf kontras tinggi. Alat ini membantu ilmuwan mengamati eksoplanet yang biasanya tertutup cahaya bintang.

Dengan teknologi tersebut, Roman akan memperluas batas pengamatan manusia terhadap alam semesta. (Rdks-tp)