Trendingpublik.Com, Bolmut – Konsolidasi internal PDI Perjuangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terus bergerak. DPC PDI Perjuangan Bolmut kini menuntaskan Musyawarah Ranting (Musran) di enam kecamatan.
Agenda konsolidasi tersebut berlangsung selama enam hari, mulai 8 hingga 13 September 2026. Seluruh desa di Kabupaten Bolmut menjadi sasaran pembentukan struktur partai tingkat ranting.
Sebanyak 107 desa masuk dalam rangkaian Musran. Dari proses tersebut, DPC PDI Perjuangan Bolmut berhasil membentuk 749 pengurus ranting.
Jumlah itu menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat organisasi hingga ke tingkat desa.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bolmut, Drs. Amin Lasena, M.AP, menyebut pengurus ranting memiliki peran strategis. Mereka menjadi bagian terdepan dalam menjaga komunikasi antara partai dan masyarakat.
Menurut Amin, organisasi yang kuat tidak hanya bergantung pada struktur. Kader di setiap wilayah juga harus aktif menjalankan tugas serta mampu memahami kondisi masyarakat.
“Musran menjadi bagian dari konsolidasi untuk memperkuat organisasi sampai tingkat desa. Kami berharap seluruh pengurus yang terbentuk dapat menjalankan amanah dengan baik,” kata Amin.
Rangkaian Musran diawali dari Kecamatan Pinogaluman. Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Kaidipang, Bolangitang Barat, Bolangitang Timur, Bintauna, hingga berakhir di Kecamatan Sangkub.

749 Pengurus Jadi Kekuatan Organisasi
Bagi DPC PDI Perjuangan Bolmut, terbentuknya 749 pengurus ranting bukan sekadar pencapaian angka. Struktur tersebut menjadi jaringan partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di desa.
Amin menegaskan, pengurus ranting harus mampu membangun komunikasi secara aktif. Mereka juga perlu menyerap dan memahami berbagai aspirasi yang muncul di lingkungan masing-masing.
“Bagi kami, 749 pengurus Ranting bukan hanya angka. Mereka adalah bagian dari kekuatan organisasi yang harus bekerja, bergerak, dan hadir bersama masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan Musran mendapat dukungan jajaran DPC PDI Perjuangan Bolmut. Sejumlah pengurus DPC turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya Amin Lasena, Abdul Mulo Daeng Mulisa, Hj. Dewi Zandra Astuti Mondo, Abdul Zamad Lauma, Meidy Pontoh, Frangky Chendra, Arman Lumoto, Petrus Runtuwene, dan Arsyad Rahman.
Dukungan juga datang dari PAC PDI Perjuangan di enam kecamatan. Koordinasi antara DPC dan PAC menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran agenda konsolidasi tersebut.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bolmut, Charles Sumaily, bersama Kepala Sekretariat DPC PDI Perjuangan Bolmut, Saifuddin Rahman, turut mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir.
Sementara itu, organisasi sayap partai, Taruna Merah Putih PDI Perjuangan Bolmut, yang dipimpin Rafik Mooduto, ikut memberikan dukungan dalam sejumlah kegiatan Musran.
Tuntasnya Musran di 107 desa menjadi pijakan baru bagi PDI Perjuangan Bolmut. Setelah struktur ranting terbentuk, partai kini memiliki pekerjaan lanjutan untuk menjaga konsolidasi, memperkuat kaderisasi, dan memastikan roda organisasi tetap berjalan di setiap wilayah.
Amin menegaskan, penguatan struktur harus berjalan seiring dengan kerja nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan partai tidak boleh berhenti pada pembentukan kepengurusan.
“Organisasi yang solid tidak cukup hanya dengan struktur. Kami membutuhkan kader yang disiplin, aktif, dan dekat dengan rakyat. Karena itu, konsolidasi akan terus kami perkuat,” ujar Amin.
Dengan terbentuknya 749 pengurus ranting di 107 desa, PDI Perjuangan Bolmut kini memiliki jaringan organisasi yang menjangkau seluruh wilayah desa dalam enam kecamatan. Struktur tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi sekaligus menjaga kesinambungan kerja partai di tengah masyarakat. (Pik)












