Trendingpublik.Com, Bola – Dunia sepak bola memasuki babak baru setelah FIFA resmi ubah aturan sepak bola. International Football Association Board (IFAB) resmi menyetujui serangkaian perubahan penting dalam Laws of the Game yang akan mulai diterapkan pada musim 2026/2027.
Regulasi baru tersebut juga akan digunakan dalam ajang Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keputusan ini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam beberapa tahun terakhir karena menyentuh berbagai aspek pertandingan, mulai dari perilaku pemain, pengelolaan waktu, penggunaan teknologi VAR, hingga penanganan cedera di lapangan.
Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa perubahan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan sepak bola modern.
“IFAB telah menyetujui serangkaian perubahan penting pada Peraturan Permainan dan Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi turnamen besar pertama yang menggunakannya,” kata Collina kepada wartawan.
Larangan Menutupi Mulut Saat Konfrontasi Jadi Sorotan
Salah satu aturan yang paling banyak dibicarakan adalah larangan menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, atau bagian jersey ketika terjadi konfrontasi di lapangan. Dalam regulasi baru, tindakan tersebut dapat berujung kartu merah apabila terbukti dilakukan untuk menyembunyikan ucapan yang bersifat menghina, diskriminatif, atau provokatif.
Salah satu aturan baru yang menjadi sorotan adalah larangan bagi pemain yang menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, atau bagian bajunya saat terjadi konfrontasi di lapangan.
Dalam aturan terbaru, tindakan tersebut dapat berujung kartu merah apabila dilakukan dalam situasi yang berpotensi menyembunyikan ucapan yang bersifat menghina, diskriminatif, atau provokatif.
Kebijakan ini muncul setelah kasus pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang dituduh melontarkan hinaan diskriminatif kepada Vinicius Junior dengan menutupi mulutnya. UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain enam pertandingan dan hukuman tersebut diperluas secara global.
Namun, IFAB menegaskan bahwa pemain yang menutupi mulut saat berbincang biasa dengan rekan setim atau lawan tidak akan dikenakan sanksi.
Protes Berlebihan kepada Wasit Kini Dikenai Hukuman Lebih Berat
IFAB juga mengambil langkah tegas terhadap aksi protes yang dianggap berlebihan. Pemain yang sengaja meninggalkan lapangan sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan wasit akan langsung menerima kartu merah.
IFAB juga memperketat aturan terkait tindakan protes terhadap keputusan wasit.
Pemain yang sengaja meninggalkan lapangan sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan wasit akan langsung dikenakan kartu merah. Aturan yang sama berlaku bagi ofisial tim yang menghasut pemain melakukan aksi tersebut.
Jika tindakan tersebut menyebabkan pertandingan dihentikan atau tidak dapat dilanjutkan, tim yang bersangkutan dapat dinyatakan kalah.
Regulasi ini lahir setelah insiden pada final Piala Afrika ketika pemain Senegal sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan penalti sebelum akhirnya kembali dan memenangkan pertandingan.
Hitung Mundur Lima Detik untuk Mengurangi Pemborosan Waktu
Praktik mengulur waktu menjadi salah satu target utama perubahan aturan IFAB. Dalam regulasi terbaru, wasit diberikan kewenangan melakukan hitung mundur visual selama lima detik pada situasi tertentu.
Untuk mengurangi praktik mengulur waktu, wasit kini diberikan kewenangan melakukan hitung mundur visual selama lima detik.
Pada situasi lemparan ke dalam, apabila pemain tidak segera memulai permainan hingga hitungan selesai, hak lemparan akan diberikan kepada tim lawan.
Sementara pada tendangan gawang, jika eksekusi tidak dilakukan hingga waktu habis, tim lawan akan memperoleh tendangan sudut.
Aturan ini diperkirakan akan membuat tempo pertandingan menjadi lebih cepat dan mengurangi strategi membuang waktu yang kerap terjadi pada menit-menit akhir laga.
Pergantian Pemain Maksimal 10 Detik
Perubahan lain yang cukup signifikan adalah aturan mengenai pergantian pemain.
Pemain Cedera Wajib Keluar Lapangan Setelah Mendapat Perawatan
IFAB juga memperketat prosedur penanganan cedera. Pemain yang menerima perawatan medis di lapangan harus keluar dari area permainan selama satu menit setelah pertandingan dimulai kembali.
Dalam regulasi terbaru, wasit mewajibkan pemain yang menerima perawatan medis di lapangan untuk meninggalkan area permainan selama satu menit setelah pertandingan dimulai kembali.
Federasi sepak bola menerapkan aturan ini untuk mencegah taktik memperlambat jalannya pertandingan melalui simulasi cedera atau perawatan berkepanjangan.
Meski begitu, federasi mengecualikan beberapa kondisi dari aturan tersebut, termasuk cedera penjaga gawang, benturan serius, gegar otak, dan pemain yang akan mengambil tendangan penalti.
VAR Kini Memiliki Wewenang yang Lebih Luas
Teknologi Video Assistant Referee atau VAR kembali mendapatkan pembaruan besar. Dalam regulasi terbaru, VAR diperbolehkan melakukan intervensi terhadap sejumlah situasi tambahan yang sebelumnya tidak termasuk dalam cakupan pemeriksaan.
Menurut Collina, protokol VAR yang pertama kali digunakan FIFA pada 2017 kini perlu diperbarui karena pengalaman penggunaan teknologi tersebut semakin berkembang.
Dalam aturan baru, VAR dapat melakukan intervensi terhadap sejumlah situasi tambahan, antara lain:
- Kartu merah yang diberikan akibat kartu kuning kedua yang jelas keliru.
- Kesalahan identitas pemain yang menerima kartu.
- Keputusan tendangan sudut yang salah dan dapat segera diperbaiki.
- Pelanggaran yang terjadi sebelum bola kembali dimainkan dalam situasi bola mati.
Jika ditemukan pelanggaran sebelum permainan dimulai kembali, VAR dapat merekomendasikan peninjauan di lapangan kepada wasit untuk mengambil keputusan yang tepat.
Jeda Istrahat Minum Resmi Masuk Regulasi Pertandingan
Perubahan berikutnya adalah penerapan jeda minum resmi selama tiga menit pada setiap babak pertandingan. Umumnya jeda diberikan sekitar menit ke-22, tetapi wasit memiliki keleluasaan menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi pertandingan.
IFAB juga menyetujui penerapan jeda minum selama tiga menit di masing-masing babak pertandingan.
Waktu istirahat biasanya diberikan sekitar menit ke-22, namun wasit memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan kondisi di lapangan.
Langkah ini diambil untuk menjaga kondisi fisik pemain, terutama pada pertandingan yang berlangsung dalam cuaca panas atau tingkat kelembapan tinggi.
Aturan Khusus Saat Penjaga Gawang Cedera
Ketika penjaga gawang mendapatkan perawatan medis di lapangan, pemain dari kedua tim tidak diperbolehkan meninggalkan area permainan.
Mereka diwajibkan tetap berada di lapangan dan melakukan pendinginan atau instruksi singkat bersama pelatih masing-masing hingga perawatan selesai dilakukan.
Kebijakan ini bertujuan menghindari pemanfaatan waktu perawatan sebagai kesempatan melakukan instruksi taktis tambahan yang berlebihan.
Keputusan IFAB mengesahkan berbagai perubahan Laws of the Game menandai salah satu reformasi terbesar dalam sepak bola modern. Regulasi baru yang mencakup larangan tindakan diskriminatif, hukuman lebih tegas terhadap protes, pengurangan pemborosan waktu, perluasan kewenangan VAR, hingga perlindungan kesehatan pemain menunjukkan komitmen FIFA dan IFAB untuk menjaga kualitas pertandingan.
Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung pertama yang memperlihatkan bagaimana aturan-aturan tersebut bekerja dalam kompetisi elite dunia. Jika implementasinya berjalan efektif, sepak bola global berpotensi memasuki era baru yang lebih cepat, lebih adil, dan lebih transparan dibandingkan sebelumnya. (rdks/tp)












