Trendingpublik.Com, Bolmut – Banjir bandang yang menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terus menyita perhatian publik di Sulawesi Utara. Situasi darurat ini mendorong berbagai pihak bergerak cepat membantu warga terdampak, termasuk Sekretariat DPRD Bolmut.
Di bawah komando Sekretaris DPRD Bolmut, Musliman Datukramat, jajaran sekretariat langsung menginisiasi pembentukan tujuh tim relawan. Mereka turun ke lapangan dan bertugas di sejumlah posko penanggulangan banjir yang tersebar di wilayah terdampak.
“Sekretariat DPRD membagi personel ke dalam tujuh tim yang bekerja secara bergilir untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Bolmut,” ujar Musliman kepada wartawan.
Musliman menjelaskan, langkah pembentukan tim relawan menjadi bagian dari respons cepat dalam penanganan bencana. Ia menegaskan, tim mulai bertugas sejak Senin (9/3/2020) dan akan terus bekerja hingga pemerintah daerah mencabut status darurat bencana.
Seluruh personel berasal dari aparatur sipil negara (PNS) dan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Sekretariat DPRD Bolmut. Pimpinan sekretariat menerapkan sistem rotasi agar kegiatan pelayanan administrasi DPRD tetap berjalan tanpa hambatan.
“Kami memastikan tugas utama sekretariat DPRD tetap berjalan, khususnya dalam mendukung fungsi kelembagaan DPRD,” kata Musliman.
Aksi Nyata di Lapangan Penanggulangan Banjir Bandang Bolmut
Pada hari pertama, Tim I langsung melakukan kerja bakti di PAUD Biontong. Mereka membersihkan area sekolah yang terdampak banjir sekaligus menyalurkan bantuan makanan berupa nasi kotak kepada warga.
Selanjutnya, Tim II mengambil peran pada hari kedua, Selasa (10/3/2029). Tim ini bergabung dengan dapur umum di Desa Biontong untuk membantu penyediaan logistik bagi pengungsi. Selain itu, mereka membersihkan ruang kelas di SD Negeri Biontong yang dipenuhi lumpur akibat banjir.
Langkah cepat dan terkoordinasi ini menunjukkan keterlibatan aktif Sekretariat DPRD Bolmut dalam penanganan bencana di daerah.
Warga menyambut baik kehadiran tim relawan tersebut. Mereka merasakan langsung manfaat dari bantuan yang diberikan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan percepatan pembersihan fasilitas umum.
Banjir bandang yang melanda Bolmut dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga. Beberapa desa mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari rumah penduduk, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur umum.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengintensifkan penanganan di lapangan. Mereka mendistribusikan bantuan logistik, memberikan layanan kesehatan, serta melakukan pendataan kerusakan untuk mempercepat proses pemulihan. (randi)












