Menurunkan Tekanan Darah: 6 Cara Efektif Sesuai Pedoman Baru AHA

Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah untuk mencegah hipertensi dan penyakit jantung
Menurunkan Tekanan Darah dengan Pola Hidup Sehat
Advertisements

Trendingpublik.Com, Health – Tekanan darah tinggi atau hipertensi masih menjadi ancaman kesehatan serius di dunia. Kondisi ini menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga demensia. Berdasarkan pedoman terbaru American Heart Association (AHA) dan American College of Cardiology tahun 2025, masyarakat perlu lebih agresif menurunkan tekanan darah untuk mencegah komplikasi fatal di masa depan.

Pembaruan pedoman tersebut menjadi revisi pertama sejak 2017. Para ahli menilai bukti ilmiah terbaru menunjukkan tekanan darah tinggi tidak hanya merusak jantung, tetapi juga mempercepat penurunan fungsi otak dan kemampuan kognitif.

Meski muncul pembaruan, kategori tekanan darah tetap sama. Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg. Tekanan darah meningkat berada pada angka 120–129 mmHg, sedangkan hipertensi dimulai dari 130/80 mmHg atau lebih tinggi.

Berikut enam langkah penting untuk menurunkan tekanan darah berdasarkan pedoman terbaru AHA 2025.

1. Konsumsi Obat Lebih Cepat

Dokter kini menyarankan pasien mulai mengonsumsi obat tekanan darah lebih awal jika perubahan gaya hidup selama tiga hingga enam bulan belum memberikan hasil signifikan.

Para ahli mengambil langkah ini karena hipertensi terbukti meningkatkan risiko gangguan memori hingga demensia. Namun, pasien tetap perlu menjalani pola hidup sehat seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi.

2. Kurangi Konsumsi Garam

Pedoman terbaru tetap merekomendasikan asupan natrium kurang dari 2.300 mg per hari atau setara satu sendok teh garam. Bahkan, target ideal hanya 1.500 mg per hari.

Masyarakat perlu lebih teliti membaca label makanan kemasan dan mengurangi konsumsi makanan cepat saji. Sebagai gantinya, gunakan bumbu alami dan perbanyak makanan tinggi kalium seperti pisang, bayam, melon, dan jamur.

3. Batasi Konsumsi Alkohol

AHA meminta masyarakat menghindari konsumsi alkohol berlebihan. Pria sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari dua gelas per hari, sedangkan wanita maksimal satu gelas per hari.

Penelitian terbaru menunjukkan konsumsi alkohol secara rutin dapat meningkatkan tekanan darah secara perlahan, termasuk pada orang yang sebelumnya tidak mengalami hipertensi.

4. Kelola Stres dengan Baik

Stres berkepanjangan memiliki hubungan erat dengan penyakit jantung. Karena itu, pedoman terbaru mendorong masyarakat rutin melakukan aktivitas fisik dan teknik relaksasi.

Meditasi, yoga, latihan pernapasan, hingga jalan kaki cepat selama 75–150 menit per minggu mampu membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

5. Turunkan Berat Badan

Orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas perlu menurunkan minimal 5 persen dari berat badan mereka.

Penurunan berat badan membantu menstabilkan tekanan darah sekaligus mengurangi risiko komplikasi jantung. Dokter juga menyarankan pasien berkonsultasi terkait pola makan hingga terapi penurunan berat badan.

6. Terapkan Diet DASH

Diet DASH masih menjadi pola makan terbaik bagi penderita hipertensi. Pola makan ini menekankan konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, serta produk susu rendah lemak.

Selain itu, diet DASH juga membantu mengurangi konsumsi gula, makanan olahan, dan garam berlebih.

Pentingnya Memantau Tekanan Darah

Para ahli mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah, termasuk menggunakan alat pengukur tekanan darah di rumah.

Dengan mengetahui angka tekanan darah secara rutin, seseorang dapat lebih cepat mengambil langkah pencegahan sebelum muncul komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung.

Hipertensi sering mendapat julukan “silent killer” karena banyak penderita tidak menyadari kondisi mereka hingga penyakit berkembang menjadi lebih parah. Karena itu, masyarakat perlu mulai menjalani pola hidup sehat sejak dini agar kualitas hidup tetap terjaga dalam jangka panjang. (rdks-tp)